Tentang Kami

Foto Saya
Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN) bertujuan: Membangun Gerakan Mahasiswa dan Persatuan yang Berkarakter Kerakyatan, Mandiri, Demokratis, Ekologis dan Feminis untuk Persatuan Pembebasan Nasional.

Program Perjuangan Mahasiswa

29 November 2011

KAPITALISME DAN INDIVIDUALISME

Oleh: Allen Myers

 Ide yang telah diangkat dan untuk diperdebatkan di General Assemblies Occupy Sydney adalah bahwa “kau meletakkan afiliasimu di pintu saat kau berpartisipasi di occupy”, sebagai sebuah usulan (mereka) menempatkannya. Meski usulan tersebut belum rampung, usulan tersebut mendapatkan dukungan dari orang-orang yang berpandangan bahwa para occupy datang bersama sebagai individu  yang tidak suka dengan apa yang selama ini berjalan dan ingin mengubahnya—bukan sebagai pembela dari ideologi tertentu.
Secara ironis, gagasan bahwa kita hanyalah individu-individu diatas segalanya ini merupakan ideologi dan filsafat politik. Lebih dari itu, bagi pandangan ini  bukan ideologi yang sangat berguna untuk gerakan occupy atau siapapun yang ingin merubah dunia menjadi lebih baik, karena gagasan ini lebih pada sikap pada 1%.

Dalam feudalisme, tatanan sosial yang mendahului kapitalisme di eropa,  terdapat tempat yang tetap bagi setiap orang. Kemungkinan bahwa kamu memiliki bakat atau minat berbeda dibandingkan dengan mereka yang tepat untuk kedudukan anda dianggap tidak relevan.  Jika kau adalah budak, kau hidup di desa yang ditentukan dan bekerja untuk sejumlah waktu yang telah ditentukan di perkebunan bangsawan. Jika kau tinggal di kota, satu-satunya cara keluar dari warisan tugas sosial melalui gereja, yang dipaksakan hidup teratur.
Individualisme sebagai ideologi berkembang pada permulaan kapitalisme. Ide bahwa setiap kita adalah unik dan dapat bebas melakukan apa yang kita sukai (sejauh kita tidak mulukai individu lain) sesuai dengan hubungan masyarakat pasar, yang mana orang-orang terhubung satu dan lainnya melalui penjualan dan pembelian. Di pasar, setiap orang bebas membuat keputusannya sendiri perihal apa yang akan di ual dan di beli, tanpa masukan dari luar.

Namun, seiring perkembangan kapitalisme, kebebasan pasar berubah menjadi ilusi besar-besaran. Pasar tidak lagi bertanya pada siapapun dari datangnya uang mereka, dan individ-individu datang ke pasar dengan jumlah uang yang berbeda dan komoditi-komditi yang berbeda untuk dijual. Akibatnya, tidak setara di pasar, dan (mereka) yang berkecukupan uang menggunakan pasar sebagai instrumen untuk mengeksploitasi sebagian masyarakat. Jauh dari mendatangkan kemerdekaan kepada individu, pasar membelenggu kebanyakan dari kita dalam subordinasi orang-orang kaya.

Karena hal ini, sejarah kapitalisme juga adalah sejarah upaya kolektif untuk melawan eksploitasi dan penindasan. Mencoba berjuang melawan 1% sebagai individu berarti (juga) menerima ideologi mereka (kapitalis). Hal ini (juga) berarti mengikuti aturan-aturan pasar mereka.  Dengan begitu mengalahkan diri sendiri, karena pasar mereka atur dengan kekuatan dan kekayaan mereka.
Perlawanan yang sukses perlu menolak prioritas dalam praktek dari individu yang terisolasi. Hal ini menyatukan jumlah kemungkinan terbesar di atas basis dari kesamaan eksploitasi atau penindasan mereka dan kesamaan determinasi untuk mengakhiri ini. Dalam perlawanan tersebut, ideologi-ideologi berbeda hanya berkenaan gagasan-gagasan berbeda dalam soal bagaimana cara terbaik untuk membuat usaha kolektif kita sukses. Membatasi ekspresi mereka hanya berarti membatasi kemampuan kita untuk melawan.
Paradoks mungkin, perlawanan kolektif juga (bisa) menjadi jalan untuk mengembangkan kemerdekaan dari tiap-tiap individu. Inilah (hal) yang di janjikan individualisme kapitalis tetapi gagal diwujudkan. Kontrol masyarakat oleh orang-orang kaya membatasi pilihan-pilihan nyata yang tersedia bagi sebagian besar dari kita. Dimana kita bekerja, apa yang kita pelajari, dimana kita tinggal, seberapa banyak waktu kosong yang kita punya, seberapa relaks kita, berkaitan dengan siapa kita—semua dibatasi oleh kontrol ekonomi, politik, dan sosial 1% kapitalis. Mengakhiri kontrol tersebut adalah pra kondisi untuk membahagiakan kepribadian manusia.hanya ketika kapitalisme tidak lagi eksis maka tiap-tiap individu akan bebas berkembang melalui interaksi dengan seluruh umat manusia, tidak terhambat oleh hambatan ekonomi dan kelas.

 Diterjemahkan oleh: Surya Anta

0 Komentar:

Poskan Komentar