Tentang Kami

Foto Saya
Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN) bertujuan: Membangun Gerakan Mahasiswa dan Persatuan yang Berkarakter Kerakyatan, Mandiri, Demokratis, Ekologis dan Feminis untuk Persatuan Pembebasan Nasional.

Program Perjuangan Mahasiswa

25 Agustus 2011

Reportase: Komite Aksi Bersama mendatangi kantor pusat PT. Medco, Jakarta.
















PEMBEBASANNews
25 Agustus 2011
Rakyat Bergerak

Siang tadi pukul 14:00 puluhan aktifis gerakan rakyat mendatangi kantor pusat PT. Medco, di Gedung Energy, Jalan Sudirman. Mereka yang menamakan diri Komite Aksi Bersama untuk Solidaritas Rakyat Tiaka terdiri dari gabungan beberapa organisasi rakyat antara lain WALHI, PARTAI PEMBEBASAN RAKYAT, KPO-PRP, SBTPI, FBLP, PPBI, PEMBEBASAN, KSN, PEREMPUAN MAHARDHIKA, PPRM. Aksi tersebut merupakan respon atas kasus penembakan aparat kepolisian terhadap warga Tiaka yang menyebabkan 2 orang tewas, 1 kritis, 5 warga mengalami luka tembak, dan belasan luka-luka. Aksi warga Tiaka dipicu oleh tidak terpenuhinya janji-janji dari pihak PT. Medco yang pernah menjanjikan fasilitas-fasilitas sosial berupa listrik, pendidikan, dan dana program Community Development-nya PT. Medco.

Aksi yang dipimpin oleh Dian Septi tersebut mulai meringsek masuk ke area gedung, namun dihalang-halangi oleh aparat petugas kemanan dan beberapa polisi. Sedari awal, di sekitar gerdung tersebut sudah mendapatkan pengamanan yang ketat oleh aparat kepolisian dan satuan pengamanan. Setelah ada sedikit ketegangan dengan pihak kemanan, akhirnya massa aksi berhasil mendekati gedung yang ditempati oleh pihak PT. Medco.

Orasi-orasi politik disampaikan oleh masing-masing peserta aksi. Mereka berpendapat bahwa pihak gubernur Sulteng, Kapolda dan kapolres Morowali harus bertanggung jawab penuh atas penyerangan mereka kepada rakyat Tiaka. Selain itu, desakan untuk menghentikan operasi PT. Medco hingga dipenuhinya tuntutan rakyat Tiaka juga muncul menjadi hal utama dalam orasi politik siang itu. Selain itu, para orator juga berpendapat bahwa perjuangan rakyat Tiaka melawan PT. Medco juga erat kaitannya dengan pemerintahan SBY-Boediono yang sangat pro terhadap kepentingan investasi/modal. 

Setelah melakukan orasi-orasi politik, kemudian massa aksi membubarkan diri untuk melanjutkan aksinya di tempat lain, yaitu di bundaran Hotel Indonesia. Di sana mereka melakukan kampanye-kampanye politik menolak kekerasan aparat dan menuntut bahwa rakyat memiliki hak untuk pengelolaan sumber daya alam, bukan para pemodal. Di akhir aksinya, pernyataan sikap dibacakan sebagai bentuk penegasan politik. Dalam release yang dibagi-bagikan kepada pers, Komite Kasi Bersama menuntut agar: 
  1. POLRI untuk mebebaskan seluruh warga yang ditahan
  2. Memberikan pengobatan secepatnya terhadap korban yang tertembak dan luka-luka dibawah perlindungan tanpa intimidasi
  3. POLRI menjelaskan 17 warga yang belum dikatahui keberadaannya
  4. Menindak aparat pelaku penembakan dan komandan lapangan
  5. Menuntut mundur kapolres Morowali
  6. Meminta Komnas HAM untuk mengusut tuntas tindakan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat
  7. Menuntut diberhentikannya operasi PT. Medco sampai dengan adanya kesepakatan baru dengan warga
  8. Pengelolaan sumber daya alam oleh rakyat.
(bp)

Terimakasih,
Salam juang !
















0 Komentar:

Poskan Komentar