Tentang Kami

Foto Saya
Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN) bertujuan: Membangun Gerakan Mahasiswa dan Persatuan yang Berkarakter Kerakyatan, Mandiri, Demokratis, Ekologis dan Feminis untuk Persatuan Pembebasan Nasional.

Program Perjuangan Mahasiswa

24 Agustus 2011

Reportase aksi Solidaritas untuk warga Tiaka, Morowali dari Kolektif Kota PEMBEBASAN Sinjai.











PEMBEBASANNews
Sinjai, 24 Agustus 2011
Rakyat Bergerak

Perlawanan rakyat untuk menuntut kesejahteraan masih marak terjadi hingga hari ini. Perlawanan yang lambat laun meluas mayoritas didasari atas kepentingan ekonomi mereka. Buruh, petani, pegawai BUMN, mahasiswa, karyawan swasta, pelajar, warga desa, PRT, dll menjadi aktor bagi perlawanan dalam menuntut kepentingan ekonominya, terlepas dari metodenya yang terorganisir rapi atau tidak dan kapasitas tuntutannya, harus diakui mereka semua memang sedang bergerak, memberanikan diri, menuntut kesejahteraan. Seperti halnya yang dilakukan oleh ratusan warga Tiaka, Morowali, Sulawesi Tengah yang sedang berjuang untuk menuntut kesejahteraannya. Mereka memprotes keberadaan PT. Medco di Tiaka, Morowali yang tidak pernah memberikan manfaat bagi warga setempat, padahal, pihak PT. Medco (yang bekerjasama dengan PT. Pertamina) telah menjanjikan beberapa program sosial untuk warga. 

Dari kejadian di atas, beberapa mahasiswa di Kabupaten Sinjai melakukan respon dalam bentuk aksi solidaritas dengan mendatangi kantor kepolisian, menuntut agar keadilan dan kesejahteraan diberikan kepada warga Tiaka, Morowali. Demonstrasi yang diikuti puluhan aktivis mahasiswa dari Kolektif Kota PEMBEBASAN Sinjai yang dipimpin oleh Fhatur bertujuan untuk memberikan solidaritas dan tuntutan politik kepada pihak aparat, pemerintah dan PT. Medco agar segera membebaskan dan memenuhi tuntutan warga Tiaka.

Insiden kekejaman aparat yang terjadi tanggal 22 Agustus 2011 merupakan rangkaian panjang dari watak pemerintah yang anti demokrasi, represif, ugal-ugalan dan bar-bar, telah lama diwariskan oleh pemerintahan kapitalis-militeristik orba. Hingga saat ini, aksi perlawanan yang dilakukan oleh warga tidak pernah direspon oleh pemerintah dan PT. Medco, bahkan mereka direspon oleh aparat dan pihak PT. Medco dengan cara kekerasan hingga menewaskan 2 warga, 1 orang kritis, 22 ditahan (5 di antaranya menderita luka tembak) dan 17 warga masih dinyatakan hilang.(bp)





1 Komentar:

  1. hanya satu hal yang masih kurang di miliki oleh pembebasan,kapan kita akan bergerak dan menguasai lini perlini?dan kapan kita akan menguasai beberapa persen dari mahasiswa?

    BalasHapus